Pokok pikiran ketiga Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah?

Pokok pikiran ketiga Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah?

  1. Ketuhanan
  2. Keadilan Sosial
  3. Kedaulatan Rakyat
  4. Semua jawaban benar
  5. Semua jawaban benar

Jawaban yang benar adalah: C. Kedaulatan Rakyat.

Dilansir dari Ensiklopedia, pokok pikiran ketiga pembukaan undang-undang dasar negara republik indonesia tahun 1945 adalah Kedaulatan Rakyat.

Pembahasan dan Penjelasan

Menurut saya jawaban A. Ketuhanan adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali.

Menurut saya jawaban B. Keadilan Sosial adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih tepat kalau dipakai untuk pertanyaan lain.

Menurut saya jawaban C. Kedaulatan Rakyat adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google.

Menurut saya jawaban D. Semua jawaban benar adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut sudah melenceng dari apa yang ditanyakan.

Jawaban Soal  Perhatikan gambar berikut! Manfaat kenampakan alam buatan pada gambar di atas adalah?

Menurut saya jawaban E. Semua jawaban benar adalah jawaban salah, karena setelah saya coba cari di google, jawaban ini lebih cocok untuk pertanyaan lain.

Kesimpulan

Dari penjelasan dan pembahasan serta pilihan diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa jawaban yang paling benar adalah C. Kedaulatan Rakyat.

Jika anda masih punya pertanyaan lain atau ingin menanyakan sesuatu bisa tulis di kolom kometar dibawah.

Lihat juga  Jangan si Untung Papa salahkan, sahut Suzanne. Saya yang memaksa turun ke laut. Tidak sekali-kali saya percaya angin badai akan turun, meskipun si Untung telah melarang.Saya terima salah, Tuan! kata si Untung pula.Nona Suzanne memang masih kanak-kanak. Sebenarnya saya tidak boleh memperturutkan saja barang kehendaknya.Memang engkau yang salah! Engkau dipercayakan menjaga Nona, engkau harus memikirkan dahulu, sebelum menurut perintahnya!Saya meminta ampun, Tuan! Saya terima salah!Si Untung jangan disalahkan,Pa! Tidak kurang-kurang ia melarang. Saya sendiri yang melepaskan perahu, sesudah saya naik dan hendak bertolak, barulah ia datang menurutkan. Bukankah Papa telah berkata, bahwa ia harus menurut segala perintah saya?Jika Tuan Moor agak arif, akan insaflah ia bahwa antara kedua anak muda itu telah ada berada. Tapi karena ia menempatkan diri dan diri anaknya di suatu kedudukan yang amat tinggi, jauh lebih tinggi dari kedudukan seorang budak, maka sukanya Suzanne menerima salah itu, dipandangnya sebagai suatu tanda kemuliaan hati dari pihak anaknya saja. Memang sesungguhnya ia telah memberi izin pada anaknya. Memang sudah sepatutnya pula jika seorang budak-budak di bawah perintah junjungannya.Ayo pulang! kata Tuan Moor. Angkat Nona ke atas tandu!Dengan perkataan itu ia pun meninggalkan anaknya, lalu pulang. Meskipun si Untung hampir tidak berdaya lagi, tapi mengangkat Suzanne ke dalam tandu, tidaklah diserahkan ke tangan orang lain. Sebenarnya Suzanne tak usah dibantu lagi, tapi jika si Untung sendiri yang memeluk dan memindahkannya ke dalam tandu, ia pun tidak keberatan. Novel Surapati karya Abdoel M. Pendeskripsian watak ”Untung” seorang yang berjiwa besar dalam novel tersebut?

Jawaban Soal  Forum ibu menyusui ASEAN merupakan contoh kerjasama ASEAN di bidang?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.